Kesetrum merupakan kejadian yang cukup sering dialami dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang hanya berupa sengatan ringan saat menyentuh gagang pintu, tetapi ada juga yang berakibat serius karena berasal dari aliran listrik aktif. Meski sama-sama disebut kesetrum, penyebab dan tingkat bahayanya sangat berbeda.
Memahami apa yang menyebabkan orang kesetrum dapat membantu Anda mengambil langkah pencegahan yang tepat. Dengan mengetahui perbedaan antara listrik statis dan sengatan listrik aktif, risiko kecelakaan akibat listrik di rumah maupun tempat kerja dapat dikurangi.
Mengapa Orang Bisa Merasakan Kesetrum?
Tubuh manusia dapat menghantarkan listrik. Ketika arus listrik mengalir melalui tubuh, sistem saraf akan merespons sehingga muncul sensasi seperti tersengat, kesemutan, nyeri, bahkan kehilangan kendali otot pada kondisi tertentu.
Besarnya efek yang dirasakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti besar arus listrik, lama kontak, jalur aliran listrik di dalam tubuh, serta kondisi lingkungan. Karena itu, tidak semua kejadian kesetrum memiliki tingkat bahaya yang sama.
Listrik Statis, Penyebab Kesetrum Ringan yang Sering Terjadi
Listrik statis merupakan penyebab kesetrum ringan yang paling sering dialami. Jenis kesetrum ini umumnya hanya berlangsung sesaat dan tidak berasal dari instalasi listrik.
Ketidakseimbangan Elektron Menjadi Penyebab Utama Listrik Statis
Listrik statis terjadi ketika terjadi perpindahan elektron akibat gesekan antara dua material. Misalnya, saat berjalan di atas karpet menggunakan sepatu tertentu atau melepas pakaian berbahan sintetis.
Elektron akan menumpuk pada permukaan tubuh. Ketika Anda menyentuh benda berbahan logam atau benda yang memiliki muatan berbeda, elektron akan berpindah dengan cepat sehingga muncul sengatan kecil yang terasa seperti kesetrum.
Mengapa Udara Kering Membuat Tubuh Lebih Mudah Kesetrum?
Udara dengan kelembapan rendah membuat muatan listrik lebih sulit dilepaskan ke lingkungan. Akibatnya, elektron lebih mudah menumpuk pada tubuh dan meningkatkan kemungkinan munculnya listrik statis.
Inilah alasan mengapa banyak orang lebih sering mengalami kesetrum ringan saat cuaca dingin atau berada di ruangan ber-AC dengan kelembapan rendah.
Bagaimana Kondisi Kulit Memengaruhi Munculnya Sengatan Listrik Statis?
Kulit yang sangat kering memiliki konduktivitas yang lebih rendah dibandingkan kulit yang lembap. Kondisi tersebut membuat muatan listrik statis lebih mudah tersimpan hingga akhirnya dilepaskan saat menyentuh benda lain.
Meskipun terasa mengejutkan, listrik statis umumnya tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, pada lingkungan tertentu seperti area dengan bahan mudah terbakar atau perangkat elektronik sensitif, listrik statis tetap perlu diwaspadai.
Sengatan Listrik Aktif yang Berasal dari Sumber Daya Listrik
Berbeda dengan listrik statis, sengatan listrik aktif berasal dari sumber listrik seperti instalasi rumah, stop kontak, atau peralatan elektronik yang masih bertegangan. Jenis kesetrum ini memiliki risiko yang jauh lebih tinggi.
Kabel Terkelupas Dapat Menyebabkan Kontak Langsung dengan Arus Listrik
Lapisan isolasi berfungsi melindungi penghantar listrik agar tidak tersentuh secara langsung. Ketika kabel mengalami kerusakan atau terkelupas, bagian penghantar dapat terbuka dan membahayakan siapa saja yang menyentuhnya.
Oleh karena itu, kabel yang rusak sebaiknya segera diganti agar tidak menjadi sumber kecelakaan listrik.
Arus Bocor Menjadi Penyebab Kesetrum yang Sering Tidak Disadari
Arus bocor terjadi ketika sebagian arus listrik mengalir ke jalur yang tidak semestinya, misalnya ke bodi logam peralatan listrik. Kondisi ini dapat disebabkan oleh isolasi yang rusak, komponen yang aus, atau instalasi yang tidak sesuai standar.
Seseorang dapat mengalami kesetrum saat menyentuh peralatan tersebut, terutama apabila sedang berdiri di lantai yang lembap atau memiliki jalur menuju tanah.
Mengapa Kondisi Ekstrem Meningkatkan Risiko Tersengat Listrik?
Lingkungan yang basah, banjir, kebocoran air, atau penggunaan peralatan listrik yang rusak dapat meningkatkan risiko sengatan listrik aktif. Air membantu menghantarkan arus listrik sehingga peluang arus mengalir melalui tubuh menjadi lebih besar.
Selain itu, instalasi listrik yang sudah tua atau tidak memenuhi standar keselamatan juga berpotensi menyebabkan arus bocor maupun hubungan singkat yang membahayakan penghuni rumah.
Perbedaan Listrik Statis dan Sengatan Listrik Aktif
Listrik statis muncul akibat akumulasi muatan listrik yang terbentuk karena gesekan dan biasanya hanya menghasilkan sengatan ringan. Sebaliknya, sengatan listrik aktif berasal dari sumber daya listrik yang terus mengalir sehingga dapat menyebabkan cedera serius hingga mengancam keselamatan jiwa.
Membedakan kedua jenis kesetrum ini sangat penting agar Anda tidak menganggap remeh setiap kejadian yang melibatkan instalasi listrik.
Cara Mencegah Risiko Kesetrum di Rumah
Pencegahan dapat dimulai dengan memeriksa kondisi kabel dan peralatan listrik secara berkala. Hindari menggunakan perangkat yang isolasinya rusak atau stop kontak yang longgar.
Pastikan instalasi listrik dipasang sesuai standar dan gunakan perangkat pengaman seperti MCB serta RCCB untuk membantu melindungi instalasi dari gangguan listrik maupun arus bocor. Selain itu, hindari menyentuh peralatan listrik dengan tangan basah dan jauhkan perangkat listrik dari area yang mudah terkena air.
Kesetrum dapat terjadi karena dua penyebab utama, yaitu listrik statis dan sengatan listrik aktif. Listrik statis umumnya hanya menimbulkan sengatan ringan akibat perpindahan elektron, sedangkan sengatan listrik aktif berasal dari sumber listrik yang memiliki potensi membahayakan keselamatan. Dengan memahami penyebabnya serta menerapkan langkah pencegahan yang tepat, risiko kecelakaan listrik dapat diminimalkan. Untuk meningkatkan keamanan instalasi listrik di rumah maupun tempat kerja, gunakan peralatan electrical berkualitas seperti MCB, RCCB, dan perlengkapan listrik lainnya yang tersedia di Listrik Kita agar sistem kelistrikan tetap aman, andal, dan tahan lama.